THE REAL DIARY OF A TIME TRAVELER

CHAPTER 2: AKULAH AKHIR - 3.Gigant Sang Penghancur

Menurut mitologis Dewa Yunani, dikisahkan bahwa Dewa Zeus pernah bertarung bersama Hercules untuk menaklukan seorang raksasa abadi Gigant. Dimana akhirnya dengan kerjasama keduanya, Gigant berhasil dikalahkan.

Namun anehnya dalam catatan sejarah dan mitologis Dewa-Dewa yang ada di perpustakaan Atlantis, aku dan Sony sama sekali tidak menemukan catatan mengenai para manusia setengah Dewa.

Seperti Aiakos raja Aegina yang setelah mati ditunjuk sebagai hakim di dunia bawah; Aiolos raja Thessali yang dijadikan sebagai Dewa angin oleh Zeus; Akhilles pahlawan Perang Troya yang juga menjadi Dewa setelah kematiannya; Amfiaraus pahlawan pada perang Tujuh Melawan Thebes yang menjadi Dewa peRamal di dunia bawah setelah kematiannya; Ariadne Putri Kreta yang menjadi istri Dionisos; Aristaeus pahlawan Thessali yang menjadi Dewa lebah, keju, gembala, zaitun dan perburuan; Asklepius seorang dokter Thessali yang dibunuh oleh Zeus dan kemudian dihidupkan kembali oleh Apollo sebagai Dewa pengobatan, serta Hercules pahlawan yang akhirnya menjadi Dewa kekuatan.

Dengan kata lain, aku dan Sony akhirnya berpendapat, sebagaimana juga dengan berbagai mitologis sejarah yang sudah kami berdua lihat dan alami sendiri di berbagai jaman, bahwa seringkali mitologis suatu jaman dan masyarakat sebenarnya berasal dari cerita perisitiwa penting di jaman dahulu yang diceritakan secara turun temurun dari generasi ke generasi yang semakin lama semakin ditambahkan dan dibumbui dengan berbagai macam jalan cerita yang berbau mistis agar menambah minat masyrakat mendengarkan cerita tersebut atau juga sebagai wujud kekaguman terhadap tokoh di dalam peristiwa penting tersebut yang disamakan seolah-olah sama seperti Dewa.

Fakta bahwa pada jaman Atlantis ini, kami berdua tidak menemukan satupun catatan mitologis kepercayaan Dewa mereka yang menceritakan mengenai kisah para manusia setengah Dewa, menunjukkan bahwa kemungkinan besar kisah-kisah para manusia setengah Dewa itu belum terjadi pada jaman Atlantis ini.

Namun ada satu hal yang membuat aku merasa bahwa ada kemungkinan besar bahwa salah satu kisah manusia setengah Dewa akan segera terjadi di jaman ini dalam waktu dekat dan akan segera diceritakan secara turun temurun dengan ditambahi berbagai bumbu cerita disana sini dan entah bagaimana dengan seenaknya sendiri oleh masyarakat dihubung-hubungkan dengan kisah para Dewa yang pada akhirnya nanti akan sampai kepada generasi masyarakat Yunani ribuan tahun dari sekarang dan menjadi bagian dari kisah manusia setengah Dewa mereka.

Dan kisah manusia setengah Dewa yang aku rasa akan segera terjadi itu adalah kisah tentang Hercules melawan raksasa Gigant

Kenapa aku bisa berkata begitu? Karena selama seminggu aku berada di kota ini, aku dan Sony cukup tertarik dengan salah satu warga kerajaan Atlantis yang walaupun bukan bagian dari pasukan kerajaan, namun dikenal sebagai ksatria yang paling kuat dan disegani diantara semua warga Atlantis.

Dalam catatan sejarah kehidupan dia selama hidup di Atlantis, tercatat sudah beberapa kali dia menunjukkan kekuatan fisiknya dalam membantu masyarakat dan pasukan kerajaan Atlantis menangani beberapa permasalahan yang ada di kerajaan Atlantis.

Dimana tidak saja dia kuat secara fisik, dia juga sangat handal dalam mengendalikan kekuatan kristal dalam beladiri kristal Atantis.

Dan sangat kebetulan sekali, nama pria ini adalah Hercules.

Lalu siapa raksasa Gigant yang aku maksudkan disini? Aku dan Sony merencanakan bahwa yang akan menjadi raksasa Gigant adalah aku dan Sony. Lalu bagaimana cara aku dan Sony akan mewujudkan kemunculan raksasa Gigant? Disinilah hal menarik lainnya yang aku diskusikan dengan Sony.

Sesuai dengan pengamatan Sony, pada bagian luar benua Atlantis, terdapat medan energi raksasa yang bertindak sebagai pelindung benua Atlantis dari ancaman luar dan juga sebagai pengecoh agar tidak ada satu pun manusia di bumi yang bisa melihat bahwa ada kerajaan Atlantis di balik medan energi itu.

Menurut perhitungan Sony apabila kami berdua ingin memicu kerajaan Atlantis untuk menyerang kerajaan di seluruh dunia, maka kita harus bisa mengadu domba dan memperlihatkan seolah-olah para manusia bumi yang lainnya juga memiliki potensi untuk menjadi ancaman bagi Atlantis.

Dan salah satu cara yang kami rasa efektif adalah dengan menghancurkan medan energi pelindung benua Atlantis. Dimana setelah itu kami lakukan, kami akan mengaku sebagai utusan dari beberapa kerajaan di bumi untuk menghancurkan Atlantis, yang kami perhitungkan bisa memancing kemarahan kerajaan Atlantis untuk memulai invasi mereka ke seluruh penjuru bumi untuk mencari kerajaan mana saja di bumi ini yang sudah berani lancang menyerang kerajaan Atlantis sebagai negeri para Dewa.

Disini perlahan, aku dan Sony semakin yakin, sepertinya kisah mengenai negeri para Dewa yang disebut terletak di gunung Olympus akan diadaptasi dari berbagai keajaiban teknologi di negeri Atlantis ini. Atau dengan kata lain dalam sejarah di masa depan nanti, Atlantis akan dianggap sebagai gunung Olympus, tempat kediaman para Dewa yang penuh dengan keajaiban.
                           
Namun disini masalahnya, sebagaimana pengamatan kami selama ini, sepertinya medan energi pelindung Atlantis dibuat dengan sangat kuat. Bahkan kami merasa laser nuklir dari baju tempur yang aku kenakan tidak akan cukup untuk menjebol medan energi itu, dan kemungkinan hanya bisa membuat beberapa kerusakan kecil yang bisa segera diperbaiki lagi dengan teknologi kristal energi mereka.

Dimana kalau itu terjadi maka mereka tidak akan merasakan kegentaran akan potensi ancaman kami. Menurut perhitungan Sony, medan energi itu kemungkinan hanya bisa dijebol oleh kekuatan yang berdaya hancur diatas bom hidrogen, karena itulah kami berdua akan membutuhkan senjata lain yang jauh lebih kuat yang tidak dimiliki oleh baju tempur ku, dan kekuatan penghancur yang bisa melebihi daya hancur bom hidrogen adalah meriam photon yang daya hancurnya 100 kali lebih kuat dari bom hidrogen dan bisa menghancur leburkan seluruh benua Australia pada saat jaman perang dunia ke lima.

Dan meriam photon itu cuma ada pada robot tempur raksasa yang cuma bisa dikendarai oleh orang yang memakai baju tempur. Dan robot itu aku tinggalkan pada jaman sebelum dinosaurus pada saat aku terlempar ke jaman itu ratusan juta yang lalu. Dan menurut sinyal yang Sony deteksi, pada jaman ini, robot tempur raksasa itu terbaring pada palung lautan tergelap yang ada di dasar lautan Atlantik yang dimasa depan menjadi segitiga bermuda.

Padahal ratusan juta tahun yang lalu aku menyembunyikannya jauh ke bawah permukaan bumi. Kemungkinan karena perubahan gerak lempeng benua di seluruh dunia selama ratusan juta tahun akhirnya tempat dimana aku mengubur robot raksasa itu saat ini sudah menjadi dasar lautan.

Dengan sebentar saja melakukan sambungan komunikasi komputer antara Sony dan robot tempur itu, maka seharusnya tidak perlu waktu lama bagi robot tempur raksasa itu untuk menghidupkan kembali semua sistemnya dan segera terbang ke benua Atlantis ini untuk bergabung dengan baju tempur yang aku kenakan saat ini.

Disinilah aku dan Sony nantinya merencanakan akan membuat robot tempur raksasa ini sebagai Gigant yang nanti tentu saja akan dilawan oleh semua pasukan kerajaan Atlantis termasuk Hercules. Dan tentu saja, aku dan Sony akan membuat skenario dimana nanti Gigant hanya akan bisa dikalahkan oleh Hercules.

Untuk membuat skenarionya terlihat benar-benar nyata maka sepertinya terpaksa aku dan Sony harus menghancurkan beberapa bagian kota Atlantis, namun karena aku dan Sony tidak mendapatkan sama sekali detail catatan sejarah mengenai Atlantis dari masa depan di jaman manapun, sehingga kami kurang mengetahui siapa saja warga Atlantis yang akan meninggal atau tidak dalam serangan raksasa Gigant.

Maka mungkin ada baiknya aku dan Sony mengatur serangan kami agar tidak sampai membunuh satupun warga Atlantis, kami cukup menjatuhkan harga diri mereka yang selama ini selalu merasa sebagai bangsa terkuat di dunia dan tidak pernah merasa terancam oleh keberadaan para manusia bumi lainnya.

Dan bagaimana nanti ceritanya akan berubah menjadi Hercules si manusia setengah Dewa? Itu akan aku serahkan kepada kreatifitas dan daya imajinasi masyarakat yang akan menceritakannya secara turun temurun nanti.

BIP..BIP..BIP...!!!

“Bos” celetuk Sony

Karena sekarang saatnya aku dan Sony menyerang kota Atlantis.

Sesaat setelah sinyal Sony berbunyi, sebagai tanda bahwa robot tempur raksasa kami yang tadi terbang dari segitiga bermuda sudah sampai di titik di tengah laut di sekitar 10 kilometer dari benua Atlantis, maka seketika itu juga aku mengubah mode baju tempurku ke mode stealth atau mode siluman.

Dengan mode kamuflase ini, maka tidak ada seorang pun yang bisa melihatku walaupun aku sedang berjalan di hadapan mereka.

“bagaimana dengan para pemuda di taman itu?” tanya Sony
“tidak usah kita perdulikan, ayo kita pergi” pinta ku

Setelah mode stealth diaktifkan, aku dan Sony langsung melesat terbang keluar dari kota Atlantis meninggalkan penginapanku melalui jendela, menjemput robot tempur raksasa kami yang saat ini sedang menunggu di luar benua Atlantis. Sambil terbang aku melirik ke arah taman dimana para pemuda Atlantis masih saling mengadu kepandaian beladiri kristal Atlantis mereka.

Aku tersenyum pahit membayangkan ironi yang terjadi kepada para pemuda itu, sementara mereka masih asik saling bersaing untuk memperebutkan perhatianku, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa remaja wanita yang mereka perebutkan sebentar lagi akan menghancurkan sebagian besar wilayah kota Atlantis yang mereka banggakan.

Tidak sulit untuk terbang keluar melewati medan pelindung Atlantis, karena medan cuma bisa dilewati tanpa ijin dari dalam saja, sedangkan kalau dari luar harus dengan ijin pasukan penjaga perbatasan yang dengan kekuatan kristal akan membuka lubang sebesar yang diperlukan pada medan energi pelindung agar bisa dilewati oleh warga Atlantis yang mau masuk ke dalam Atlantis setelah berpergian dari luar.

Walaupun kerajaan dan para pasukan penjaga perbatasan Atlantis tidak terlihat dari luar medan energi pelindung, namun para penjaga perbatasan bisa melihat orang yang ada di luar medan energi. Dan dengan cara pendeteksian gelombang teknologi kristal yang digunakan pada alat transportasi para warga Atlantis yang melintas perbatasan itulah, bagaimana cara pasukan penjaga perbatasan Atlantis mengenali warga Atlantis pelintas perbatasan dan mengijinkan membuka gerbang medan energi untuk mereka.

Dengan kecepatan terbang baju tempurku yang setara dengan kecepatan suara, maka tidak butuh waktu lama bagiku untuk terbang menjemput robot tempur raksasaku yang saat ini sedang melayang dengan anggun dan gagahnya diatas permukaan laut.

“hey Big Boy” ujarku sambil mengelus lembut dan memeluk robot tempurku raksasaku yang tingginya sekitar 20 meter “sumpah kangen banget, sudah lama gak ketemu”

Walaupun robot tempur raksasa ini hanya sebagai kendaraan perang dan bukan robot ber tipe teknologi dengan kecerdasan buatan seperti baju tempur Sony milikku ini, namun robot tempur raksasa ini sudah sangat berjasa berjuang bersama aku dan Sony dalam perperangan melawan teroris internasional pada jaman perang dunia kelima dahulu.

Banyaknya goresan dan penyok yang ada pada beberapa bagian tubuh Big Boy memperlihatkan betapa sengitnya pertempuran yang telah kami lewati bersama.
                           
Hanya sekedar informasi saja, sebagai robot tempur raksasa yang mampu menembakkan meriam photon maka sudah sewajarnya kalau robot tempur raksasa juga tahan terhadap ledakan bom photon, namun apabila terus menerus terkena tembakan merian photon berkali kali, maka tidak menutup kemungkinan perlahan robot tempur raksasa juga bisa hancur.

Selama pertempuran melawan teroris internasional sudah hampir 10 kali Big Boy ku terkena tembakan meriam photon dari robot tempur raksasa milik para teroris internasional.

Waktu itu sebenarnya aku sudah terkepung oleh sekitar 20 robot tempur milik para teroris, namun dengan kegigihan kami, akhirnya kami berhasil menghancurkan sekitar 15 robot tempur raksasa milik teroris dengan bayaran rusaknya secara mayoritas sistem robot tempur raksasaku yang membuat kami sama sekali sudah tidak bergerak lagi.

Untungnya ketika sisa robot tempur raksasa milik teroris sudah hampir membunuh kami, entah bagaimana kekuatan anehku mengirimku ke jaman sebelum dinosaurus. Begitulah ceritanya bagaimana aku, Sony, dan robot tempur raksasaku bisa selamat dari jaman perang dunia ke 5 yang sangat mengerikan itu.

Sama seperti halnya dengan medan pelindung milik kerajaan Atlantis, tubuh robot tempur raksasaku juga bisa mengenali pilotnya, yaitu aku, dimana setelah identifikasi pilot selesai dilakukan, maka dada robot tempur raksasa akan terbuka, dimana di dalamnya ada ruang kokpit pengendali yang akan dikendalikan oleh aku dan Sony nantinya.

Tanpa menunggu lama lagi, aku pun melayang memasuki runag kendali di dalam dada robot tempur raksasa ku, segera setelah aku menduduki kursi pilot, pintu masuk di bagian dada robot tempur raksasa otomatis menutup, dan perlahan satu persatu proses sinkronisasi kendali yang ada pada Sony digabungkan dengan sistem komputer the Big Boy.

“sistem siap..!!” lapor Sony

“sekarang, ayo kita terbang ke atas kota Atlantis ...!!!” perintahku

Seketika itu juga, the Big Boy melesat terbang ke arah kota Atlantis. Sengaja aku memerintahkan agar laju terbangnya tidak terlalu cepat, agar para penjaga perbatasan dan masyarakat Atlantis bisa melihat raksasa sejenis titan yang cuma mereka dengar dalam kitab suci dan dongeng selama ini perlahan-lahan terbang menuju ke kota mereka untuk menghancurkan kota mereka.

Dalam mitologi keyakinan mereka, para raksasa titan adalah saudara-saudari Kronos, ayah Dewa Zeus, yang dikurung di dalam bumi oleh kakek Dewa Zeus, Uranus yang malu memiliki anak seperti monster semua.

Dalam hal ini bangsa Atlantis di jaman ini belum pernah mendengar nama Gigant, karena itulah kali ini aku dan Sony memiliki rencana agar mereka mengenal nama Gigant sebagai salah satu dari sekian banyak keturunan para titan yang juga harus ditakuti oleh manusia.

GIGAAAANNNTTT....!!!!!                    

Robot raksasa tempurku aku atur agar meneriakkan nama Gigant dengan teriakan yang amat sangat keras seperti ledakan gunung berapi yang bisa didengar sampai radius 10-50 kilometer setiap kali dia akan menyerang dengan ganas.

Yang tentu saja teriakan itu langsung mengagetkan semua penduduk kerajaan Atlantis, mereka semua langsung melihat ke arah sumber suara yang ternyata berasal dari sesosok raksasa besi terbang berwujud aneh setinggi 20 meter yang sedang melayang diatas kubah medan energi yang melengkung luas melindungi kerajaan Atlantis mulai dari tanah sampai di ketinggian 5 km.


Sesaat setelah meneriakkan kata Gigant, my Big Boy langsung memukul medan energi pelindung dengan kekuatan yang setara dengan seperempat kekuatan bom nuklir Hiroshima, yang langsung saja menimbulkan suara hantaman yang sangat keras dan memekakkan telinga semua orang.

Beberapa warga Atlantis langsung berlarian pontang panting berusaha melarikan diri karena khawatir pukulan raksasa tadi mampu menjebol medan energi. Namun mereka lantas bisa bernafas lega sedikit, karena ternyata medan energi Atlantis masih sangat terlalu kuat untuk dijebol dengan pukulan seperti itu.

Sekali lagi sang raksasa Gigant meneriakkan namanya

GIGAAANNTTT...!!!

Dan

DHUAAARRR...!!!

Sekali lagi, tidak hanya satu, namun sampai beberapa tinju raksasa Gigant menghantam medan energi berkali-kali, namun tidak satupun tinju tersebut yang bisa menembus medan energi Atlantis, walaupun masih takut dan khawatir namun sebagian besar masyarakat Atlantis bersorak gembira karena sang raksasa Gigant tidak berhasil memukul medan energi mereka.

“Saatnya suasana kita buat lebih dramatis” aku mengedipkan mata pada Sony

Lalu seketika, dari kedua tangan the Big Boy, keluar sinar laser nuklir, sinar laser ini adalah versi pengembangan dari bom nuklir, sinar laser ini lebih mudah dibawa kemana-mana dan lebih mudah ditembakkan, serta tidak mengandung radiasi sama sekali, jadi hanya bersifat menghancurkan namun tanpa radiasi yang berbahaya. Namun tetap saja kekuatannya sudah diatur agar setara dengan ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Kilatan sinar merah besar langsung melesat dari lengan the Big Boy dan begitu menghantam medan energi langsung menimbulkan ledakan nuklir yang sangat dahsyat yang bahkan ledakan getaran suaranya langsung menggetarkan semua bangunan di kerajaan Atlantis dan menghempaskan sebagian besar warga Atlantis ke tanah.

BLEDHAAARR...!!!!

Kali ini semua warga Atlantis benar-benar berhamburan lari kesana kemari mencari selamat, mereka benar-benar takut serangan tadi berhasil menjebol medan energi kota mereka. Cukup lama mereka panik berhamburan, sampai ketika beberapa dari mereka melihat ke arah langit dan menyadari kalau medan energi mereka masih mampu m serangan dahsyat seperti itu.

“LIHAAATT..!!! MEDAN ENERGI PELINDUNG MASIH BERTAHAAANNN..!!!”

Otomatis teriakan itu langsung mebakar semangat para warga Atlantis, mereka tidak pernah merasa sebahagia dan sebangga itu dengan teknologi mereka. Tidak membiarkan raksasa Gigant mengulang kembali serangan tadi, maka seluruh pasukan kerajaan langsung berhamburan semua terbang ke arah medan energi yang tadi diserang oleh sang Gigant.

Ada yang terbang menggunakan kekuatan pengendalian elemen alam, ada juga yang terbang menggunakan kendaraan tempur mereka yang berbentuk seperti ikan pari terbang.

Mereka semua sepertinya sudah siap dengan strategi mereka untuk menyerang dan mengalahkan raksasa Gigant, karena sebagai pelindung Atlantis mereka tidak boleh terbang keluar begitu saja dari dalam medan pelindung tanpa strategi yang jelas, karena kalau mereka kalah, maka keselamatan seluruh penduduk Atlantis yang jadi taruhannya.

DZIINGG...!!! NGGIINNGG...!!! NGUIINNGG..!!!

Ratusan ribu pasukan kerajaan Atlanntis silih berganti menembus medan energi pelindung dan langsung terbang mengelilingi sang raksasa Gigant. Tanpa membuang waktu mereka semua langsung mengepung Gigant dan mengarahkan senjata kristal mereka berbarengan ke arah Gigant, serta mengaktifkan senjata kristal mereka yang daya hancurnya jauh lebih kuat puluhan kali dibanding gelang kristal milik warga Atlantis.

DZZIIINNG...!!!

Dan ketika serangan mereka yang berdasarkan perpaduan lemen kristal hampir menyentuh tubuh Gigant, tiba-tiba saja Gigant menghilang dan muncul di belakang mereka, dan langsung tanpa ampun menghantam para prajurit tersebut dengan tinju raksasanya, sedangkan sebagian prajurit yang lain terkena tembakan senjata kristal mereka sendiri saat raksasa Gigant tiba-tiba saja menghilang dari kepungan mereka.

GIGAAANNNTT...!!!

Raksasa Gigant mengamuk dan mengayunkan tinjunya kesana kemari mengincar para pasukan kerajaan dengan kecepatan terbang yang luar biasa cepat. Para pasukan kerajaan tidak menyangka kalau raksasa dengan tubuh sebesar itu mampu bergerak secepat itu. mereka telah salah perhitungan.

Sebagian besar prajurit yang terkena pukulan Gigant langsung terlempar jatuh masuk ke dalam medan energi, namun dengan ketinggian 5 km dari permukaan tanah, maka mereka tidak akan selamat, karena itulah di dalam medan energi juga banyak pasukan kerajaan lain yang membantu menangkapi tubuh teman-teman yang berjatuhan dari atas langit, yang tentu saja dibantu juga oleh para warga Atlantis yang lain dengan kekuatan kristal mereka masing-masing.

Melihat banyaknya prajurit Atlantis yang tumbang dihajar oleh raksasa Gigant, maka banyak pemuda Atlantis yang terbakar semangatnya untuk ikut berjuang, tanpa di komando, mereka semua melesat terbang ke arah medan pelindung, namun gerakan mereka dicegah oleh para pasukan kerajaan yang tidak mengijinkan mereka lewat, karena dianggap terlalu berbahaya.

Karena apabila senjata kristal milik pasukan kerajaan yang kekuatannya puluhan kali lebih kuat saja tidak mampu memnumbangkan raksasa Gigant, maka tidak mungkin para warga Atlantis yang hanya mengandalkan kekuatan gelang kristal mereka mampu berbuat sesuatu, yang ada nanti mereka hanya akan merepotkan saja.

 GIGAAANTTT...!!!

Sekali lagi sang raksasa berteriak lantang menggetarkan seluruh daratan Atlantis. Seketika itu juga dari dada raksasa Gigant muncul cahaya terang berwarna biru. Yup, itu adalah proses penembakan meriam photon yang akan dilakukan oleh aku dan Sony. Dengan daya hancur yang setara 100 kali bom hidrogen, maka apabila sesuai dengan perhitungan Sony, medan energi ini akan jebol.

Namun ada kemungkinan juga, karena saking kuatnya medan energi Atlantis, maka sebagian besar ledakannya, sekitar 70 persen akan terlempar di luar medan energi, sedangkan diperkirakan hanya sekitar 30 persen kekuatan ledakan saja yang mampu menerobos medan energi, yang mana, itu pun sudah setara dengan kekuatan nuklir biasa, yang apabila menghantam kota maka bisa dipastikan hampir seperempat kota Atlantis akan rata dengan tanah. Namun, aku dan Sony akan memperhitungkan agar efek ledakannya menghantam daerah pinggiran kota saja, sehingga menghindari korban jiwa.

Namun sebelum meriam photon aku tembakkan, terlebih dahulu aku meledakkan gelombang udara berkecepatan tinggi dari tubuh the Big Boy yang langsung melemparkan semua prajurit Atlantis yang mengepungku sampai 10 kilometer jauhnya dari medan energi, itu semua harus dilakukan agar mereka tidak sampai hancur terkena gelombang ledakan bom photon.

Sebagaimana yang aku sebutkan sebelumnya, karena materi tubuh the Big Boy mampu menahan ledakan bom photon, maka tidak akan ada masalah sama sekali ketika nanti ledakannya menghantam tubuh the Big Boy, palingan hanya akan terasa guncangan ringan saja dari dalam kokpit.

ZZZOOOOONNNGGG....!!!!

Kilatan cahaya biru melesat keluar dari dada raksasa Gigant, dan tidak sampai sedetik kemudian, sebuah ledakan yang gemurhnya dan gelombang ledakannya setara dengan ledakan gunung krakatau langsung menghantam medan energi.

Kilatan cahaya biru terang menyelimuti seluruh langit kerajaan Atlantis dan hampir seperempat bagian belahan bumi. Gelombang suara ledakannya menghancurkan bangunan-bangunan di dalam kota yang terdapat tepat di bawah medan pelindung yang dihantam ledakan itu.

Dan sesuai dengan perkiraan kami, kekuatan medan pelindung melontarkan sebagian besar gelombang ledakan ke seluruh penjuru langit diatas medan energi, sedangkan sisanya berhasil menjebol medan energi dan langsung menghantam daerah pinggiran kota dengan daya hancur setara dengan ledakan bom nuklir Hiroshima, seketika itu juga seluruh bangunan di daerah pinggiran kota hancur lebur, karena sudah kami perkirakan bahwa di daerah itu lagi sepi orang karena sebagian besar lagi ke pusat kota untuk menghadiri suatu perayaan di pusat kota, maka tidak ada korban jiwa dari ledakan nuklir tadi, hanya saja sebagian besar orang yang berada di sekitar dekat pusat ledakan mengalami luka bakar dan patah tulang, serta shock yang lumayan serius.

GIGAAAANNTT...!!!!

Sang raksasa Gigant pun terbang dan menjebol masuk ke dalam medan energi, dan dalam sekejab langsung mendarat di daerah pinggiran kota yang terkena ledakan tadi dengan suara dentuman yang sangat keras ketika tubuh dan kaki raksasanya dijejakkan ke tanah Atlantis.

Melihat hal itu, tentu saja semua warga Atlantis langsung semakin panik dan mengakibatkan kekacauan besar yang semakin tidak terkendali. Disana sini banyak bergelimpangan tubuh para prajurit kerajaan yang pingsan atau patah tulang karena berjatuhan dari langit.

Dan ketika hampir semua pasukan kerajaan dan warga hampir putus asa, tiba-tiba saja dengan kecepatan tinggi, datanglah si Hercules yang melesat terbang dan langsung menghantam the Big Boy dengan tinjunya yang sudah dilapisi oleh berbagai perpaduan elemen kekuatan kristal, sehingga walaupun itu hanya tinju biasa, namun kekuatan kristal yang melapisinya benar-benar bisa menghancurkan sebuah bukit karang atau cadas sekalipun.

Jujur saja, pukulan tadi kekuatannya memang benar-benar kuat, yang aku perkirakan sama dengan dihantam truk kontainer, kalau itu menghantam tubuh fisikku yang dilindungi dengan tenaga dalamku sendiri, maka mungkin aku sudah terpukul mundur ke belakang sekitar 1 meter, akan tetapi karena aku sekarang berada di dalam tubuh the Big Boy jadinya pukulan sekuat itu tidak terasa apa-apa sama sekali bagi ku, namun karena aku dan Sony sudah menyusun skenario agar kami bisa dikalahkan oleh Hercules, maka kami pun pura-pura terpukul mundur sejauh 5 meter ke belakang.

Terpukul mundurnya sang raksasa Gigant langsung disambut dengan sorak sorai seluruh masyarakat Atlantis dan pasukan kerajaan, mereka tidak menyangka sama sekali, kalau raksasa Gigant yang mempunyai kekuatan yang sangat besar sampai bisa menghancurkan medan pelindung dan menghajar semua pasukan kerajaan bisa terpukul mundur oleh Hercules yang hanyalah ksatria kota dan bukanlah pasukan kerjaan, peristiwa tersebut membuat mereka semakin yakin bahwa sepertinya Hercules bukan manusia sembarangan, bisa jadi tanpa Hercules sendiri menyadari nya kemungkinan dia adalah manusia dengan kekuatan setengah Dewa yang diturunkan oleh Dewa Zeus untuk membantu mereka. Dengan gegap gempita, mereka pun meneriakkan nama Hercules berkali untuk memberikan semangat kepada pahlawan kota mereka itu

HERCULESS...!!! HERCULES..!! HERCULESS...!!! HERCULESS..!!!

GIGAAANTTT...!!!
Teriakan sang raksasa Gigant langsung mengagetkan dan mendiamkan semua teriakan warga Atlantis yang mendukung Hercules. Bukan itu saja, teriakan itu bahkan sampai menghempaskan mereka ke belakang seperti terkena gelombang kejut.

Apabila dari jarak dekat seperti ini, maka efek dari teriakan sang raksasa Gigant bisa langsung terasa, karena aku dan Sony sudah mengatur agar setiap kali Gigant berteriak, kami juga meledakkan semacam gelombang kejut di udara sekitar kami dengan kekuatan yang sangat besar yang bisa menghancurkan bangunan dalam radius 100 meter. Sedangkan bagi yang berdiri di radius sampai 500 meter akan terhempas oleh gelombang teriakan sang raksasa Gigant.

Namun dengan kekuatan fisiknya dan kekuatan pengendalian elemen kristalnya, sang pahlawan Hercules cuma terdorong ke belakang sejauh 5 meter saja. Aku dan Sony tidak menyangka juga kalau ada manusia biasa yang bisa menahan gelombang kejut dari the Big Boy sampai seperti itu. Sepertinya orang ini memang secara alami amat sangat kuat.

Perkiraaanku sih, tanpa dia sadari dia bisa dengan mudah mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya, memang terkadang di beberapa jaman yang aku datangi, ada beberapa orang yang sedari kecil memiliki kemampuan unik seperti bisa menggunakan tenaga dalam seperti tenaga fisik kapan pun dia mau tanpa latihan sedikit pun, sehingga di mata masyarakat Atlantis yang tidak mengenal konsep tenaga dalam, maka kekuatan yang dikeluarkan oleh Hercules itu dianggap sebagai kekuatan fisiknya.

Mungkin kalau dibandingkan dengan kekuatan tenaga dalamku sendiri, maka kekuatan tenaga dalam Hercules berkali-kali lipat di atas kekuatan tenaga dalamku. 

Setelah berteriak dengan lantang, maka Gigant pun menerjang tubuh Hercules dengan tinjunya. Aku dan Sony mengatur agar kekuatan the Big Boy diturunkan sampai setara dengan kekuatan baju tempurku saja. Karena menurut perkiraanku, dengan kekuatan tenaga dalam Hercules yang mampu menahan gelombang kejut dari robot tempur raksasa seperti the Big Boy ini, maka sepertinya kemungkinan besar kekuatannya setara dengan sekitar 25% sampai 40% kekuatan baju tempurku. Yang mana, apabila itu dihasilkan oleh seorang manusia biasa tanpa baju tempur sama sekali, maka bisa dikatakan kalau orang itu memang layak disebut sebagai manusia terkuat di dunia, setidaknya pada jaman itu.
   
DHUUAARR...!!!                                                                                                                                  

Hantaman tinju Gigant menerjang tubuh Hercules dan melemparkan sampai sejauh 1 km sampai menghantam beberapa bangunan di tengah kota. Masyarakat Atlantis langsung terkesiap, mereka kaget melihat pahlawan mereka, harapan mereka satu-satunya dilemparkan sejauh itu. karena semua pasukan kerajaan yang dihantam dan dilemparkan sejauh itu sudah pingsan semua dengan kondirisi cedera yang amat sangat parah.

BELEDHAAARR...!!! DHUAAARR..!! JEGEERR...!!!

Rententan bangunan Atlantis yang hancur terkena hantaman tubuh Hercules yang terpukul mundur mengguncang seantero Atlantis. Seluruh masyarakat Atlantis yang berada di sekitar tempat itu langsung berhamburan panik.

Karena tidak ingin sama sekali memberikan kesempatan kepada Hercules, maka raksasa Gigant langsung terbang melesat menyusul tubuh Hercules dengan kecepatan yang sanagt tinggi, dimana dalam sekejap Gigant sudah berada di depan tubuh Hercules dan siap-siap menghajar Hercules lagi.

GIGGAAAANNNTTT..!!!                                                                                                                    

Tendangan raksasa Gigant langsung sekali lagi menerjang ke arah tubuh Hercules, dan sebagaimana yang sudah aku perkirakan, Hercules bukanlah orang yang lemah, dengan cepat, sebelum tendangan Gigant mengenainya, dia langsung terbang menghindar dan menghantam tubuh Gigant dengan sangat kuat sampai Gigant terhempas ke tanah, tepat di tengah taman kota tempat para pemuda kota bertanding beladiri kristal Atlantis.

Seketika ketika tubuh sang Gigant terhempas ke tanah, Hercules langsung mengendalikan tanah untuk langsung menghimpit tubuh Gigant, dan langsung dari atas langit di atas tubuh Hercules, terbentuk sebuah angin tornado yang sangat besar dan kencang, yang mana angin tornado itu tidak saja terdiri dari dari angin, tapi juga terdiri dari api, air, tanah, listrik dan gravitasi tingkat tinggi yang belum pernah dilihat oleh warga Atlantis sebelumnya. Inilah jurus pengendalian penggabungan elemen alam milik Hercules yang terkenal sangat dahsyat dan hanya di dengar dari kisah-kisah para masyarakat saja selama ini. Baru kali ini mereka melihat secara langsung betapa dahsyatnya jurus pengedalian elemen alam milik Hercules.

Kemudian, dengan kecepatan yang amat sangat tinggi. Tornado gabungan berbagai elemen alam itu menerjang tubuh Gigant dengan dahsyatnya dan menghasilkan ledakan yang gelombang kejutnya terasa sampai 1 km dari tempat itu.

BLEDHAAARR...!!!

Seluruh warga Atlantis langsung bersorak sorai melihat hal itu. Sementara Hercules hanya berdiri terdiam berusaha memandang ke arah tubuh raksasa Gigant yang tidak terlihat karena kumpulan debu ledakan yang masih belum hilang. Menurut perkiraan Hercules ada kemungkinan raksasa Gigant tidak selemah itu. ada kemungkinan dia masih bisa bangkit lagi.

GIGAAAANNTT...!!

Teriakan membahana pertanda Gigant masih belum kalah langsung menghancurkan sorak sorai warga Atlantis. Seiring dengan teriakan itu, sekelebat cahaya merah melesat cepat dari balik kumpulan debu ledakan ke arah tubuh Hercules yang sangat terkejut melihatnya namun masih sangat sigap membentuk elemen kristal raksasa dari udara untuk menangkis dan memantulkan cahaya merah itu ke angkasa.

Tidak semudah itu, karena ketika cahaya merah itu menabrak kristal raksasa milik Hercules, maka seketika itu juga kristal raksasa itu hancur dan Hercules terhempas ke belakang sejauh 10 meter, namun setidaknya kristal raksasa tersebut masih berhasil membelokkan arah cahaya merah itu ke atas langit, dan ketika sudah mencapai ketinggian dimana medan pelindung berada, cahaya merah itu langsung menghantam medan energi pelindung di atas langit Atlantis dan meledak dengan kekuatan ledakan setara dengan seperempat ledakan nuklir.

Hercules terpana melihat daya hancur cahaya merah itu, untung saja dia tadi tidak menghadapinya dan secara insting mengeluarkan tameng elemen kristal raksasa untuk menangkisnya.

Tanpa memberi kesempatan, Gigant tiba-tiba saja keluar dari dalam tanah tepat di depan Hercules dan langsung melancarkan serangan tinju dan tendangan bertubi yang langsung dengan sigap ditangkis dan dibalas juga dengan serang bertubi-tubi Hercules ke arah Gigant, tidak saja tinju dan tendangan, namun juga berbagai gabungan serangan elemen alam milik Hercules juga menerjang ke arah Gigant, yang juga berkali-kali menembakkan laser merah dari mata, mulut dan tinjunya.

Serangan keduanya terkadang mengenai satu sama lain, terkadang juga berhasil dihindari dengan konsekuensi hancurnya beberapa bangunan di sekitar mereka ketika mereka menghindari serangan elemen alam atau serangan laser penghancur, atau ketika tubuh mereka terhempas sehingga menabrak beberapa bangunan di sekitarnya.

Para pasukan kerajaan yang masih belum cedera dan para warga Atlantis yang sudah mahir menguasai pengendalian elemen alam juga terlihat berkali-kali berusaha membantu Hercules dengan menyerang tubuh Gigant dengan elemen alam mereka secara bertubi-tubi, yang nampaknya tidak berpengaruh terhadap Gigant yang sama sekali tidak memperdulikan berbagai serangan warga Atlantis dan terus hanya fokus saja menyerang Hercules yang memang harus diakui serangan elemen alamnya, yang sudah diperkuat dengan tenaga dalam nya, berkekuatan jauh lebih besar sekitar ratusan kali lipat dibanding kekuatan elemen alam milik pasukan kerajaan dan warga Atlantis.

Hampir sebagian kota Atlantis luluh lantak karena akibat pertarungan dahsyat keduanya.

GIGAAANNTT..!!!!
Teriakan Gigant yang menggetarkan seluruh daratan Atlantis berulang kali menggelegar dengan dahsyatnya

HOAAAAHHHH...!!!                                                                                                                           
Teriakan Hercules sang pahlawan besar yang tanpa kenal lelah dan takut terus menerus menyerang Gigant juga berulang kali membakar semangat warga Atlantis

HERCULES..!!! HERCULES...!!! HERCULESS....!!!!
Warga Atlantis yang merasa membara semangatnya melihat perjuangan Hercules terus menerus meneriakkan nama sang pahlawan besar untuk memberikan dukungan semangat kepada Hercules

Pertarungan sang raksasa Gigant melawan Hercules dan seluruh warga Atlantis sudah berlangsung hampir selama setengah hari, dan selama itu pula hampir semua penjuru kota Atlantis sudah hampir rata dengan tanah. Raksasa Gigant amat sangat kuat, namun warga Atlantis melihat sepertinya kekuatan Gigant semakin lama semakin berkurang, yang terbukti dari efek ledakan cahaya merahnya yang semakin berkurang daya hancurnya setelah hampir lebih dari puluhan kali ditembakkan.

Dan juga fakta bahwa tidak pernah sama sekali Gigant bisa menembakkan cahaya biru yang daya hancurnya bisa menjebol medan energi Atlantis membuktikkan bahwa Gigant tidak memiliki lagi energi yang cukup untuk menghasikan cahaya biru lagi, dan bahkan daya hancur cahaya merahnya sudah tidak sedahsyat ketika awal dia menyerang Atlantis setengah hari yang lalu, ini menunjukkan bahwa serangan bertubi-tubi Hercules dan seluruh warga Atlantis berhasil melemahkan Gigant. Sehingga Gigant yang sebelumnya sama sekali tidak memperdulikan serangan elemen alam para warga Atlantis, kini perlahan mulai terlihat berusaha menangkis serangan elemen alam para warga Atlantis.

Hercules kini berdiri terengah-engah di atas bukit, melihat pemandangan di bawahnya, dimana Gigant sedang di bombardir oleh serangan elemen para pasukan kerajaan dan warga Atlantis bertubi-tubi. Melihat itu, Hercules tampak terdiam lama, sesekali dia melihat ke atas langit ke arah medan energi yang berkilauan di atas Atlantis dan kembali lagi memperhatikan Gigant. Setelah terlihat sudah membuat suatu keputusan, akhirnya kemudian Hercules terbang tinggi ke atas langit, tepat 1 km di atas Gigant.

Lalu dia memejamkan mata selama beberapa menit dan tidak memperdulikan pertarungan sengit antara Gigant dan warga Atlantis yang sedang terjadi di bawahnya. Setelah beberapa menit berkonsentrasi akhirnya Hercules membuka matanya, seiring dengan itu seluruh medan energi pelindung Atlantis yang bersifat sebagai elemen gravitasi perlahan berubah menjadi elemen listrik, sehingga menghasilkan pemandangan dahsyat dimana seluruh langit Atlantis saat ini dipenuhi oleh pemandangan seperti layaknya badai petir dengan kilatan listrik raksasa berkilatan dimana-mana dengan suara yang menggelegar seperti layaknya petir menyambar.

Para warga Atlantis yang melihat itu tidak urung terkejut juga, mereka tidak tahu bagaimana Hercules bisa melakukan pengendalian elemen sebesar itu. yang pastinya membutuhkan energi kristal dan energi tubuh yang amat sangat besar untuk mengendalikannya, atau tubuh penggunanya sendiri yang akan hancur karena tidak mampu menampung dan mengendalikan kekuatan elemen alam sebesar itu.

Belum terjadi sebelumnya, dalam sejarah Atlantis manapun, bahwa ada orang yang bisa mengendalikan dan merubah elemen dengan ukuran sebesar medan pelindung Atlantis yang luasnya seluas benua Australia. Dan satu hal lainnya, medan energi Atlantis nanti terpaksa harus di bangun ulang kembali, karena seluruh teknologi penghasil medan energinya yang berupa elemen gravitasi pelindung sudah hancur karena dirubah paksa oleh kekuatan pengendalian elemen milik Hercules menjadi elemen listrik. Namun aku duga, Hercules terpaksa melakukan itu karena saat ini mengalahkan Gigant jauh lebih penting, dan keberadaan medan energi sebagai pelindung sudah tidak lagi lebih penting dibanding keselamatan warga Atlantis.

Kemudian semua petir raksasa yang menari-nari dan berkilatan di langit Atlantis satu persatu bergantian menyambar  tangan Hercules dan perlahan semua aliran listrik raksasa itu terkonsentrasi ke tangan Hercules dan berkumpul dengan sangat padatnya di tangan Hercules, menghasilkan pemandangan mencengangkan dimana Hercules terlihat seperti Dewa Zeus yang memegang tombak petir raksasa di tangannya dan siap untuk di hujamkan ke arah tubuh Gigant.

Aku dan Sony juga sangat terkejut dan tidak menyangka kalau tingkat pengendalian elemen Hercules sudah sampai ke tahap yang sanagt tinggi dan diluar nalar manusia normal seperti itu, tapi di lain pihak kami berdua senang karena entah bagaimana perkembangan skenario penyerangan kami malah menjadi persis seperti yang akan diceritakan turun temurun di kisah sejarah dan mitologi Dewa Dewa Yunani, dimana dalam legenda Dewa-Dewa, dikatakan bahwa Hercules nanti akan mengalahkan Gigant dengan dibantu oleh ayahnya Dewa Zeus, Dewa penguasa elemen petir.

Menurut perkiraan Sony, daya hancur jurus Hercules yang mengubah medan energi gravitasi raksasa yang menyelimuti seluruh benua Atlantis menjadi energi listrik dan kemudian memadatkan energi sebesar itu sampai cuma sebesar tombak petir raksasa menunjukkan bahwa walaupun tombak petir itu hanya berukuran sekitar 10 meter, tapi daya hancurnya akan setara dengan ledakan bom hidrogen.

Melihat petir raksasa di tangan Hercules, para pasukan dan warga Atlantlis yang sedari tadi menyerang Gigant, langsung terbang menjauh dengan kecepatan tinggi, karena mereka sadar bahwa serangan kali ini akan amat sangat dahsyat, sehingga kalau mereka berdiri di dekat pusat serangan, maka kemungkinan mereka akan ikut hancur juga.

DENGAN NAMA ZEUSS...!!! HANCURLAH KAU GIGAANNNTT...!!!
Pekik Hercules dengan lantang sambil melemparkan tombak petir raksasanya yang langsung melesat dengan kecepatan cahaya dan seketika itu juga menghantam tubuh Gigant

DHUUUAAARRR...!!!

Ledakan dahsyat langsung membahana mengguncang seluruh Atlantis, sebagian besar pegunungan Atlantis tempat dimana pertarungan itu sekarang terjadi langsung hancur lebur karena dahsyatnya ledakan serangan Hercules yang setara dengan bom hidrogen atau 50 kali lebih kuat dibanding bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki.

Semua pasukan kerajaan, dan para warga Atlantis, termasuk Hercules, langsung terlempar jauh sejauh belasan kilometer dari pusat ledakan akibat dahsyatnya dorongan gelombang ledakan itu. sebuah awan cendawan raksasa hasil ledakan membumbung tinggi sampai ke atas lapisan tertinggi atmosfer pertanda betapa dahsyatnya serangan tadi.

Jujur saja, apabila aku dan Sony tidak menaikkan persentase kekuatan robot tempur raksasa ku ini sampai 70 persen, maka tidak mungkin kami bisa selamat dari ledakan dahsyat itu.  

Beberapa menit setelah ledakan maha dahsyat itu, perlahan Hercules dan seluruh warga Atlantis mendekati pusat ledakan untuk melihat apakah serangan tadi berhasil membunuh Gigant atau tidak. Dan mereka cukup terkejut melihat bahwa Gigant masih utuh, hanya saja kini dia berlutut dengan salah satu kakinya.

Bahkan serangan se dahsyat itu tidak bisa menghancurkan monster ini. Sebenarnya sekuat apa raksasa Gigant ini, apa jangan-jangan kekuatannya setara dengan kekuatan Dewa. Kalau iya, maka tidak mungkin mereka bisa melawan monster yang kekuatannya setara dengan Dewa.

Hercules memberi tanda agar para pasukan kerajaan dan warga Atlantis berhenti terbang mengikutinya ke pusat ledakan, mereka disuruh menunggu di tepi kawah pusat ledakan, dan membiarkan Hercules saja yang mendekati pusat kawah ledakan sendirian.

Menyadari bahwa kemungkinan mereka akan merepotkan Hercules, maka mereka pun cuma melayang saja di tepian pusat kawah ledakan yang berdiameter sampai 20 kilometer.

Tidak lama kemudian, Hercules pun medarat tepat di depan raksasa Gigant. Raksasa Gigant melihat ke arah Hercules. Saat ini mereka berdua terlihat benar-benar sudah sangat lelah dan sudah habis-habisan, entah siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah kali ini.

Seluruh warga Atlantis berdoa berkali-kali kepada seluruh Dewa Dewa mereka agar Hercules diberikan kekuatan supaya bisa menang melawan Gigant.  

Raksasa Gigant perlahan berdiri, dari gerakannya yang lemah terlihat kalau dia sudah sangat kehabisan tenaga. Hercules yang sebenarnya juga sudah sangat kehabisan tenaga menjadi sedikit memiliki harapan untuk mengakhiri pertarungan yang panjang dan melelahkan ini.

Dan saat Hercules mempersiapkan kuda-kuda untuk melancarkan serangan, tiba-tiba saja dari kejauhan dari tepian kawah ledakan, terlihat Rain, sang primadona cantik yang sudah selama sebulan ini menjadi idola para pemuda Atlantis, dia berteriak lantang

TUNGGUUUU...!!!

Para pemuda Atlantis yang melihat Rain si primadona cantik itu melesat terbang ke arah pusat ledakan langsung saling bergantian berteriak keras meneriakkan nama Rain agar menjauh dari pusat ledakan, namun tidak satupun dari teriakan tersebut yang dihiraukan oleh Rain. Sang primadona cantik tetap melesat terbang ke arah Hercules.

Bagaimana caranya aku tiba-tiba saja sudah berada di luar the Big Boy? Sedetik sebelum ledakan terjadi, aku dan Sony melesat keluar dari dalam Big Boy dengan mode kamuflase agar tidak terlihat, dan kemudian pura-pura bergabung dengan para warga Atlantis lainnya di tepi kawah ledakan.

Sekarang saatnya menjalankan tahap utama dari seluruh skenario penyerangan ini.

“kau Rain kan?” ujar Hercules melihat aku mendarat tepat di sampingnya
“benar” jawabku

“dengar Rain” sahut Hercules “aku sudah dengar dari para penduduk kota kalau kamu adalah remaja wanita yang sangat berbakat dalam pengendalian elemen alam, tapi raksasa Gigant ini berbeda, kekuatannya benar-benar sangat mengerikan, kamu lihat sendiri serangan sebesar tadi masih tidak mampu membunuhnya, kamu memang berbakat, dan bakatmu itu masih bisa dilatih dan dikembangkan lagi, masa depanmu masih panjang, namun kamu tidak bisa lagi mengembangkan bakatmu itu kalau kamu terbunuh karena ikut bertarung di dekatku seperti ini”

Aku tersenyum sinis “haha, kata siapa aku mau bertarung bersamamu..”

Hercules bingung “apa?”

Sedetik kemudian, tiba-tiba saja, tangan, kaki serta beberapa bagian tubuh Hercules sudah ditembus oleh beberapa tombak panjang yang terbuat dari elemen es yang langsung menghujam ke tanah sehingga Hercules yang sudah lemah dan kelelahan, tidak lagi mampu bergerak untuk membebaskan diri

HERKULEESSS...!!!!
RAIN APA YANG KAU LAKUKAN...?!!

Teriak para warga Atlantis melihat pahlawan mereka tiba-tiba saja di serang dengan cara yang licik seperti itu oleh Rain, remaja wanita yang menjadi idola penduduk kota selama ini.

“ka..kau..?!! kauu bagian dari penyerangan ini..??!!” Hercules bertanya seolah tak percaya

Aku tersenyum sinis, lalu meloncat ke atas pundak the Big Boy, lalu dengan bantuan Sony, dengan menggunakan sistem speaker agar suaraku terdengar di seantero kerajaan Atlantis, aku pun menjawab kebingungan mereka

“Kalian semua bodoh..!! Gigant adalah adikku..!!”

APAAAA,,,...?!!!

Hampir semua warga Atlantis berteriak tak percaya

“aku dan Gigant adalah titan yang berhasil meloloskan diri dari penjara bumi milik Zeus, kami saat ini bergabung dengan para manusia bumi untuk menggulingkan kekuasaan Atlantis”

“ti..tidak mungkin..?!!” seru Hercules

“kami sebenarnya utusan dari beberapa kerajaan rahasia di bumi ini yang ditugaskan untuk menyelidiki kelemahan kerajaaan Atlantis, karena itulah selama ini aku menyusup di antara kalian untuk mencari informasi mengenai kelemahan kalian, dan setelah kelemahan kalian sudah aku ketahui barulah aku memanggil adikku Gigant untuk menghancurkan Atlantis, menurut kalian bagaimana caranya Gigant bisa menerobos masuk medan energi?”

“Itu karena aku sudah menemukan rahasia gelombang medan energi kalian, dan sudah menemukan cara untuk menyerang medan energi itu dengan gelombang yang serupa, dan gelombang itu adalah cahaya biru yang kalian lihat sewaktu Gigant menerobos masuk medan energi Atlantis, dengan komunikasi jarak jauh, aku sudah menginformasikan kepada Gigant untuk mempersiapkan cahaya biru itu sejak awal, dan dengan cara itulah bagaimana aku dan Gigant berhasil menjebol masuk medan energi Atlantis”

Para pemuda Atlantis yang selama ini mengejar-ngejar perhatianku langsung lunglai lemas tak percaya, bahwa remaja wanita yang mereka cintai selama ini ternyata adalah musuh dalam selimut yang sebenarnya ingin menghancurkan mereka.

Beberapa dari pemuda itu bahkan sampai ada yang menangis karena merasa hatinya hancur mendengar itu. mereka juga merasa bersalah karena sebagian besar dari mereka dengan sukarela berbagi cerita tentang Atlantis dan seluk beluknya saat mereka berusaha mendekatiku selama sebulan ini. Mereka tidak menyangka, bahwa semua informasi yang mereka ceritakan kepada Rain akan digunakan untuk menghancurkan Atlantis.

“sebenarnya aku dan Gigant tidak di utus untuk menyerang Atlantis, namun penyerangan ini aku lakukan sebagai bonus saja bagi para kerajaan rahasia tersebut karena sudah membayar kami dengan bayaran yang sangat mahal. Hitung-hitung juga untuk membantu para kerajaan rahasia tersebut membangun kekuatan mereka untuk menyerang Atlantis nantinya, tapi kan nanti perangnya akan tidak adil kalau sejak awal Atlantis sudah memiliki teknologi serta kekuatan persenjataan yang kuat, maka dari itulah supaya adil, maka Atlantis harus aku dan Gigant hancurkan terlebih dahulu, supaya Atlantis juga sama-sama mulai membangun pasukan mulai dari nol, sama seperti para kerajaan rahasia tersebut, bukankah semuanya harus adil dalam cinta dan perang..??!!” ujarku sambil berkedip ke arah para pemuda Atlantis

DIAMMMM KAUUU DASAR MONSTER WANITA...!!!
DASAR IBLIS...!!!
TEGANYA KAU BERBUAT ITU PADA KAMI...?!!!
TERKUTUUK KAUUUU..!!!

Teriakan dan caci maki para pemuda Atlantis terdengar meraung silih berganti saling bersahutan karena kesalnya mendengarkan penjelasanku.

Dengan geram Hercules memandangku “kerajaan mana saja yang sudah mengutusmu untuk melakukan ini..?””

Aku tersenyum “ ra..ha..si...aaa”

“DASAR BERENGSEEKKK..!! kami tidak akan membiarkan kerajaan manapun berbuat macam-macam dengan kami, kami akan menyerang dan menghancurkan mereka sebelum mereka menyerang kami, kalaupun kamu tidak mau memberi tahu kerajaan mana yang melakukan itu, maka kami akan menyerang semua kerajaan di seluruh permukaan ini, kami akan menguasai seluruh bumi ini untuk memastikan mereka tidak akan pernah bisa menyerang kami, karena kami adalah ATLANTISSSS....!!!!” pekik Hercules dengan lantangnya

Mendengar teriakan Hercules itu, semua pasukan kerajaan dan warga Atlantis langsung membara semangatnya dan langsung berseru kompak tanpa dikomando lagi

ATLANTIS...!!! ATLANTIS..!!! ATLANTIS...!!!

Aku tersenyum ke arah Sony. Sepertinya rencanaku kali ini untuk memprovokasi Atlantis menyerang seluruh bumi berhasil. Karena misi sudah berhasil sukses, maka sekarang saatnya melakukan acara penutupan.

“HAHAHA, terserah kalian sajalah, semoga berhasil..!!” tawaku mengejek “ayo Gigant kita tinggalkan tempat payah ini..!”
Lalu Gigant pun bersiap-siap mengambil kuda-kuda untuk terbang

JANGAN HARAP KALIAN BISA LOLOS...!!!

Semua warga Atlantis dan pasukan kerajaan yang sejak tadi berada di tepian kawah ledakan langsung melesat dengan kecepatan tinggi menyerbu ke pusat ledakan untuk menyerang aku dan Gigant.

“selamat tinggal Atlantis..!” pamitku

Sedetik kemudian, sebelum para warga Atlantis sampai ke tempatku berada, Gigant langsung melesat dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara ke langit, beberapa dentuman supersonic terdengar sebagai pertanda kalau Gigant terbang dengan kecepatan yang amat sangat tinggi

“10 kali dentuman, 10 kali kecepatan suara, sial, Gigant itu ternyata cepat juga ya” bisik Hercules lirih yang menyadari bahwa tidak satupun piring terbang milik Atlantis yang cuma bisa melaju setara dengan kecepatan suara akan mampu mengejar Gigant.

Hercules kemudian langsung pingsan karena saking lelahnya dia, dan banyaknya cidera dan luka yang dia derita, ditambah lagi tusukan beberapa tombak elemen es di bagian tubuhnya olehku tadi.  Sebenarnya tidak satupun tusukan tombak-tombak esku yang mengenai organ dalamnya, semua hujaman tombak itu sudah aku perhitungkan tidak akan membunuh Hercules, jadi dalam waktu singkat, asalkan dia berisitirahat penuh, maka seharusnya dia bisa segera pulih lagi.

Beberapa warga dan prajurit membantu menolong Hercules, sedangkan sisanya akhirnya bisa bernafas lega karena  Gigant akhirnya pergi dari Atlantis, namun ada juga yang cemas memikirkan bagaimana nanti Atlantis kalau diserang lagi oleh para kerajaan rahasia tersebut dengan pasukan mereka yang mungkin sekuat Gigant, sedangkan beberapa pemuda yang lain menangis karena hati mereka hancur lebur mengetahui bahwa gadis yang selama ini mereka sayangi dan berusaha dekati dengan sepenuh hati, ternyata adalah seorang monster yang berusaha menghancurkan Atlantis dan membunuh mereka.

Tapi yang manapun itu, sejak saat itu semua warga Atlantis menanamkan tekad yang kuat dalam hati untuk menyerang semua kerajaan di permukaan bumi agar bisa mereka kuasai sebelum mereka mencoba menguasai Atlantis.

Dan sekitar satu tahun semenjak peristiwa penyerangan oleh Gigant itu, setelah Atlantis berhasil membangun kembali medan energi yang lebih kuat dan sistem keamanan medan energi yang lebih rumit sehingga tidak akan mudah lagi ditembus sembarangan, serta setelah membangun berbagai persenjataan raksasa di sekitar kerajaan Atlantis sebagai media perlindungan diri dan berbagai transportasi serta senjata perang untuk menyerang kerjaan lain, maka akhirnya Atlantis pun melakukan invasi besar-besaran ke seluruh penjuru bumi.

Semua kerajaan yang tidak bersedia takluk di bawah kepemimpinan Atlantis akan langsung dihancurkan tanpa ampun, sedangkan kerajaan yang bersedia takluk di bawah Atlantis akan diperlakukan dengan baik dan diberikan beberapa pengetahuan dasar milik bangsa Atlantis, terutama yang berhubungan dengan tata cara pembangunan bangunan pemujaan Dewa yang berpatokan pada astronomi dan perbintangan.

Dengan teknologi perang mereka yang laksana Dewa pada jaman itu, maka tidak heran kalau pada akhirnya semua kebudayaan kuno di penjuru dunia, baik yang takluk di bawah Atlantis maupun yang menolak takluk dan akhirnya dihancurkan oleh Atlantis, menggambarkan mereka seperti Dewa di kuil-kuil serta bangunan prasejarah mereka.

Karena itulah di seluruh penjuru dunia di masa depan nanti, akan banyak sekali ditemukan kemiripan konsep bangunan prasejarah dari kerajaan-kerajaan kuno di muka bumi yang padahal terpisah oleh jarak yang sangat jauh sekali atau bahkan waktu yang juga sangat jauh sekali. Seperti misalnya bentuk bangunan piramid yang hampir mirip semua konsepnya di seluruh dunia, seperti piramid Mesir, China, Aztek, Indonesia, Thailand, Jepang, India, dan banyak lagi.

Dimana nanti pada puncak kejayaan invasi mereka, mereka pun semakin bersifat tamak ingin menguasai semua harta kekayaan semua kerajaan di seluruh dunia, sehingga akhirnya beberapa tahun dari sekarang, mereka dihukum oleh Dewa, yang sebenarnya menurutku kebetulan saja bertepatan dengan peristiwa terjadinya bencana alam letusan gunung berapi dan tsunami raksasa yang akhirnya menenggelamkan seluruh kerajaan Atlantis ke dasar lautan.



Sayangnya karena aku cuma bisa berada di suatu jaman selama satu tahun, sehingga ku tidak bisa melihat sedahsyat apa bencana alam yang akhirnya nanti akan menghancurkan dan menenggelamkan Atlantis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar